SUSU ternyata tidak hanya bagus untuk membantu
pertumbuhan dan pembentukan tulang yang kuat. Berdasarkan hasil review yang
dilakukan terhadap 324 studi mengenai efek konsumsi susu, peneliti dari Reading and Cardiff universities mengklaim bahwa
minum susu bisa menurunkan risiko mengalami kematian akibat penyakit jantung
dan stroke. Berlawanan dengan laporan yang menyatakan kalau susu berbahaya bagi
kesehatan, mereka menegaskan kalau konsumsi susu bisa menurunkan risiko
menderita penyakit kronis hingga 1/5-nya.
Susu, terang peneliti, terbukti bisa mencegah perkembangan hampir semua jenis
penyakit, kecuali kanker prostat, dan menurunkan risiko kematian akibat penyakit
hingga 15-20%. Manfaat susu ini, lanjut salah seorang peneliti profesor Ian
Givens, jauh lebih banyak daripada hanya untuk pertumbuhan dan pembentukan
tulang.
"Hasil review kami memungkinkan dilakukannya evaluasi untuk melihat apakah
peningkatan konsumsi susu juga bermanfaat dalam menambah kemampuan bertahan
hidup. Dan kami yakin kalau susu benar-benar bermanfaat dalam hal ini,"
tutur Givens, seperti dikutip situs dailymail.
Saat meneliti jumlah kematian akibat penyakit jantung, stroke dan kanker kolorektal,
lanjut Givens, ditemukan bukti kuat bahwa susu secara umum mengurangi risiko
kematian akibat penyakit tersebut."Kami tidak menemukan adanya bukti yang
mendukung kalau susu meningkatkan risiko penyakit ini, kecuali kanker
prostat."
Hasil review ini, lanjut Givens lagi, menemukan bukti bahwa konsumsi susu dalam
jumlah yang lebih besar pada akhirnya akan mengurangi biaya yang harus
dikeluarkan untuk mengobati penyakit kronis. (OL-08)
Para
ahli kebidanan dan kandungan selalu mengatakan bahwa ibu hamil
sebaiknya tidak meninggalkan olahraga. Tentu saja, tidak semua olahraga
bisa dilakukan ibu hamil. Anda harus benar-benar memilih olahraga yang
aman untuk Anda maupun janin di dalam kandungan.
Aman-tidaknya berolahraga saat sedang hamil, sedikit banyak
dipengaruhi oleh usia kehamilan dan kondisi tubuh calon ibu, yang
tentunya akan berbeda pada setiap orang.
Dr Phaidon L. Toruan, MM, pakar fitness lifestyle, menjelaskan
sebaiknya olahraga dilakukan setelah trimester pertama. Atau setelah
usia kehamilan 12 minggu atau tiga bulan. Pada saat itu janin sudah
cukup kuat, sehingga aman bagi calon ibu untuk beraktivitas fisik.
Adakah usia kehamilan tertentu yang membuat ibu hamil sama sekali
tidak boleh olahraga? Dr Phaidon, yang belum lama menerbitkan buku Fat
Loss not Weight Loss, mengatakan, kondisi calon ibulah yang akan sangat
mempengaruhi. Ia melanjutkan, bila Anda memiliki fisik yang kuat,
olahraga ringan bisa saja dilakukan pada usia kehamilan muda.
“Kadang malah ibu sering tidak menyadari dirinya hamil, padahal
masih sering berolahraga. Yang penting terutama adalah kondisi
kesehatannya, bukan semata mata usia kehamilan,” jelasnya.
Bila Anda memiliki riwayat kandungan yang lemah, setidaknya
periksakan diri dulu ke dokter untuk memastikan kondisi fisik Anda
maupun kondisi janin di dalam kandungan.
MUSIK bukan hanya sekadar untuk hiburan.
Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa melodi yang baik merupakan
obat yang baik. Musik bisa meredakan rasa sakit, mengurangi stres,
menurunkan tekanan darah, memperbaiki mood, serta menyembuhkan
insomnia.
Sekarang ini, terapis musik bersertifikasi bahkan menggunakan musik
untuk mengatasi penyakit jantung, asma dan kepikunan. Tapi, Anda tidak
perlu mempelajari teori musik untuk mendapatkan manfaatnya. Berikut
cara yang bisa Anda lakukan untuk menemukan keharmonisan antara fisik
dan mental Anda.
Merasa sakit? Cobalah padukan musik dengan imajinasi
Peneliti dari Cleveland Clinic menemukan bahwa mendengarkan musik
selama satu jam sehari bisa mengurangi rasa sakit hingga 20 persen.
Musik juga dinyatakan bisa mengurangi penggunaan obat penghilang rasa
sakit sebelum dan sesduah operasi.
Menurut profesor di bidang terapi musik dari Arts and Quality of
Life Research Center di Temple University, Cheryl Dileo, musik
menstimulasi pelepasan endorphin di otak. Zat kimia otak ini berfungsi
menutupi rasa sakit. Selain itu, musik juga bisa memaksimalkan efek
latihan visualisasi yang dikenal dengan guided imagery. Dalam latihan
ini, pasien diminta fokus pada satu gambar tertentu.
Terapi pribadi
Menurut Joke Brandt, PhD dari Temple University, Anda bisa mencoba
terapi musik sendiri di rumah. Cobalah duduk bersila di atas kursi
nyaman dengan mata terpejam . Jika rasa sakit membatasi gerakan Anda,
pilihlah musik yang membuat Anda merasa berenergi. Jika mengalami
gangguan tidur, pilihlah nada yang membuat Anda rileks.
Selanjutnya, pikirkan salah satu tempat favorit Anda, seperti sungai
yang tenang atau pantai di tempat terpencil.”Fokuslah pada tarikan
nafas dan sensasi di dalam tubuh Anda. Bayangkan semua indra Anda
berinteraksi dengan tempat favorit tersebut, mulai dari aroma, bunyi,
hingga pemadangan. Saat pikiran Anda sedang mengembara, fokuslah pada
musik,” terang Brandt. Jangan langsung berdiri begitu musik berhenti.
Tetaplah duduk tenang selama satu atau dua menit. Ulangi setiap hari.
Susah tidur? Cobalah atasi dengan musik
Studi dari University of Toronto menemukan, penderita insomnia yang
mendengarkan pianio klasik selama empat minggu mengalami perbaikan
tidur. Terapi ini, menurut peneliti, meningkatkan kadar melatonin, zat
kimia otak yang mendorong tidur nyenyak.
Terapi pribadi
Phil Eichling, MD dari pusat gangguan tidur di University of Arizona
menganjurkan Anda agar menjadikan musik sebagai bagian dari ritual
tidur. Menurut Eichling, semua musik yang berkaitan dengan relaksasi
bisa membantu.
Sedang stres? Peneliti dari Cleveland Clinic Sandra Siedlecki, PhD,
menemukan bahwa mendengarkan musik riang bisa meredakan gejala-gejala
depresi hingga 25 persen. Tidak hanya itu, masih banyak studi lain yang
mengungkap manfaat musik. Studi baru-baru ini dari Prancis menyatakan
bahwa musik New Age bisa mengurangi kadar hormon stres cortisol. Studi
dari University of California menyatakan bahwa mendengarkan musik
klasik bisa menurunkan tekanan darah. Sebuah studi dari Jepang
menyatakan bahwa musik favorit Anda bisa mengusir keletihan saat
berolahraga.
Terapi pribadi
Saat berusaha menghibur diri, terang Dileo, cobalah menghindari
lagu-lagu sedih. Pilihlah lagu riang. Mendengarkan musik ini selama 10
hingga 20 menit tanpa gangguan bisa memperbaiki mood.
Anda mendambakan kehadiran seorang anak,
namun segala upaya Anda belum membuahkan hasil. Tak jarang perempuan
menjadi stres memikirkan hal ini, yang -menurut keyakinan sebagian
orang- justru makin menyulitkan kemungkinan hamil.
Benar enggak sih, memusingkan soal kehamilan bisa membuat Anda makin sulit hamil?
Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Resolve, asosiasi
infertilitas nasional di Amerika, 64 persen wanita salah mengartikan
stres (yang bukan suatu kondisi medis) sebagai penyebab sulitnya
terjadi pembuahan. Dalam kenyataannya, banyak dokter yang juga meyakini
bahwa ada hubungan antara stres dan kesuburan, namun tidak ada studi
ilmiah yang membuktikan bahwa kepikiran atau stres karena belum juga
dikaruniai momongan dapat mengurangi peluang Anda hamil.
“Yang jelas, banyak perempuan di seluruh dunia yang juga berada di
bawah tekanan hebat, tapi mereka masih bisa hamil, kok,” ujar Shari
Lusskin, MD, direktur bidang psikiatri reproduksi di New York
University Langone Medical Center. “Tetapi kenapa wanita karier lain
tidak bisa hamil? Kami tidak tahu apakah stres memang penyebabnya.”
Jika memang tidak ada hubungan antara stres dan kesulitan hamil,
mengapa fakta tersebut seringkali muncul? Bagaimana dengan wanita yang
sulit hamil, dan penyebabnya karena situasi kerja wanita tersebut yang
memang full of stress? Tidakkah hal ini saling berkaitan?
“Terlalu banyak stres emosional maupun fisik -misalnya terus
mengkhawatirkan sesuatu atau berlatih keras untuk pertandingan- dapat
menurunkan kadar progesteron Anda. Hal inilah yang dapat mengganggu
ovulasi,” jelas Sami David, MD, asisten profesor klinis di bidang
obstetri dan ginekologi di Mount Sinai Hospital di New York City.
Namun penulis buku Making Babies: A Proven 3-Month Program for
Maximum Fertility ini juga mengatakan, sulit mengambil kesimpulan yang
sederhana dari keterkaitan itu.
Nasihat terbaik yang diberikan untuk Anda yang sedang menanti
kehadiran anak, atau berharap bulan depan Anda mulai terlambat mens,
tetaplah untuk rileks. Jangan biarkan kekhawatiran Anda karena usia
yang tak lagi muda menenggelamkan hal-hal lain dalam hidup Anda yang
lebih indah. Cobalah untuk lebih santai, namun lakukan hal ini terutama
untuk kedamaian pikiran Anda.
Diabetes, yang selama ini menjadi masalah
kesehatan negara maju kini juga menjadi persoalan kesehatan negara
berkembang. Diabetes dan komplikasinya, seperti stroke dan penyakit
jantung, akan menjadi beban ekonomi terbesar bagi negara-negara
berkembang.
“Diabetes telah bergeser dari persoalan kesehatan negara maju
menjadi penyakit negara berkembang, seperti India dan China dan ini
akan menjadi beban pembiayaan kesehatan yang besar,” kata Philip
Clarke, peneliti dari University of Sydney School of Public Health.
Komplikasi diabetes antara lain penyakit jantung koroner, stroke,
neuropati diabetik (gangguan pada pembuluh saraf), amputasi, gagal
ginjal, dan kebutaan. Bila terjadi komplikasi, bisa terjadi kecacatan,
menurunnya usia harapan hidup, dan tingginya pembiayaan kesehatan untuk
semua golongan masyarakat.
Dalam penelitiannya, Clarke dan timnya menguji data 11.140 pasien
diabetes di 20 negara, meliputi komplikasi yang diderita pasien, biaya
perawatan dan lamanya tinggal di rumah sakit. Hasilnya diketahui bahwa
biaya kesehatan akibat penyakit diabetes meningkat tajam, terutama di
negara-negara miskin.
Saat ini diperkirakan 250 juta orang di dunia menderita diabetes,
angka ini akan terus bertambah dengan jumlah terbanyak, sekitar tiga
perempatnya berada di negara berkembang. Indonesia saat ini menduduki
urutan ke-empat setelah Amerika Serikat, China, dan India.
“Pasien di Asia dan Eropa Timur memiliki angka insiden stroke paling
tinggi dibanding pasien dari negara maju. Pasien di negara berkembang
juga lebih sedikit yang mendapat layanan kesehatan untuk penyakitnya
dan lebih lama tinggal di rumah sakit,” menurut laporan penelitian
Clarke.
Pengeluaran perkapita China untuk biaya kesehatan diabetes
diperkirakan 216 dollar Amerika (sekitar Rp 205.000) per tahun. Angka
tersebut akan meningkat 10 kali lipat bila pasien mengalami komplikasi,
misalnya stroke.
“Cara paling efisien untuk mengurangi tingginya biaya kesehatan
adalah dengan mencegah terjadinya komplikasi. Bila pasien secara rutin
mengontrol tekanan darahnya, biaya kesehatan bisa dipangkas,” kata
Clarke.
Dalam risetnya, Clarke melakukan survei di China, India Malaysia,
Filipina, Republik Czech, Estonia, Hungaria, Lithuania, Polandia,
Rusia, Slovakia, Australia, Kanada, Perancis, Jerman, Irlandia, Italia,
Belanda, Selandia Baru, dan Inggris.
Saya hanya ingin berbagi dengan teman-teman yang belum pernah membacanya atau belum pernah mendengar cerita tentang asal mula Danau Toba, mungkin berguna untuk menambah pengetahuan kita tentang kekayaan budaya kita atau mungkin ada hikmah dari cerita ini yang bisa kita ambil, dan mohon maaf bila kiranya kurang berkenan. Selamat Membaca (Ansel) Asal Mula Danau Toba Sumatra Utara - Indonesia Danau Toba dengan panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer merupakan danau terbesar di Indonesia. Danau yang di tengahnya terdapat Pulau Samosir ini terletak di Provinsi Sumatra Utara. Menurut cerita, danau vulkanik ini dahulu merupakan sebuah aliran sungai. Namun karena terjadi sebuah peristiwa yang luar biasa, aliran sungai tersebut berubah menjadi danau. Peristiwa apakah yang terjadi sehingga aliran sungai itu berubah menjadi danau? Ikuti kisahnya dalam cerita Asal Mula Danau Toba berikut ini. * * * Alkisah, di daerah Sumatra Utara, Indonesia, hiduplah seorang pemuda pengembara. Ia mengembara ke berbagai negeri. Pada suatu hari, sampailah ia di sebuah tempat yang alamnya indah dan subur. Di sekitar tempat itu terdapat sebuah sungai yang jernih airnya. Pemuda itu tertarik untuk menetap di tempat itu. Akhirnya, ia pun membangun sebuah rumah sederhana tidak jauh dari sungai. Rumah itu terdiri dari sebuah kamar tidur dan sebuah ruang dapur untuk memasak. Usai mendirikan rumah, pemuda itu segera mencari sebidang tanah yang subur untuk ia tanami berbagai jenis tanaman seperti umbi-umbian dan sayur-sayuran. Setelah menemukan tempat yang cocok, ia pun mulai membuka lahan dengan menebangi pohon-pohon besar dan membabat semak-semak belukar. Setiap kali pulang ke rumahnya, ia selalu membawa kayu bakar dan menyimpannya di kolong rumahnya untuk digunakan memasak sehari-hari. Selain berladang, pemuda itu pergi ke sungai untuk memancing ikan untuk dijadikan lauk. Pada suatu hari, sepulang dari ladangnya, pemuda itu pergi ke sungai memancing ikan. Sesampainya di sungai, ia pun segera melemparkan pancing ke tengah sungai. Sudah cukup lama ia memancing, tapi tak seekor ikan pun yang menyentuh umpannya. Berkali-kali ia mengangkat dan melemparkan kembali pancing ke sungai, namun belum juga ada ikan yang memakan umpannya. “Aneh! Kenapa tidak seekor ikan pun yang menyentuh umpanku? Padahal biasanya setiap aku melemparkan pancingku ke sungai langsung disambar ikan. Apakah ikan di sungai ini sudah habis?” pikirnya dalam hati. Beberapa saat kemudian, pemuda itu mencoba sekali lagi menarik dan melemparkan kembali pancingnya agak ke tengah sungai. Tetapi, tetap saja belum membuahkan hasil. Akhirnya ia memutuskan untuk berhenti memancing. Namun, ketika hendak menarik pancingnya, tiba-tiba seekor ikan menyambarnya. Setelah beberapa saat membiarkan pancingnya ditarik ikan itu ke sana kemari, ia pun menariknya dengan pelan-pelan. “Aduuuh, berat sekali! Ini pasti ikan besar yang menarik pancingku,” pikir pemuda itu. Ternyata benar. Setelah dengan susah payah pemuda itu menarik pancingnya hingga ke tepi sungai, tampaklah seekor ikan besar tergantung dan mengelepar-gelepar di ujung tali pancingnya. Dengan cepat, ia mengangkat pancingnya agak jauh ke darat agar tidak terlepas ke sungai. Alangkah senang hati pemuda itu, karena baru kali ini ia mendapatkan ikan sebesar itu. Saat ia melepas mata pancingnya, ikan itu menatapnya dengan penuh arti. Ia merasa tatapan mata ikan itu bagai tatapan mata seorang gadis yang jatuh hati kepadanya. Namun, pemuda itu berpikir bahwa tidak mungkin seekor ikan bisa jatuh hati kepadanya. Dengan perasaan gembira, ia pun segera memasukkan ikan itu ke dalam keranjang ikan. Setelah itu, ia bergegas pulang ke rumahnya sambil tersenyum membayangkan betapa lezatnya daging ikan besar itu jika dipanggang. Sesampainya di rumah, pemuda itu langsung membawa ikan itu ke dapur. Ketika hendak memanggang ikan itu, ternyata persediaan kayu bakar telah habis. Ia pun segera keluar mengambil kayu bakar di kolong rumahnya. Alangkah terkejutnya ia setelah kembali ke dapurnya. Ikan yang tersimpan di keranjangnya sudah tidak ada lagi. “Di mana ikanku? Bukankah tadi dia masih di keranjang ini?” gumam pemuda itu dengan heran. Ketika memeriksa wadahnya, pemuda itu melihat beberapa keping uang emas. Ia pun semakin heran dan bingung. “Aneh! Kenapa ada kepingan uang emas di sini? Siapa yang menaruhnya?” gumamnya lagi. Dengan perasaan bingung, pemuda itu mengambil kepingan uang emas itu dan hendak menyimpannya di kamar. Betapa terkejutnya ia saat membuka pintu kamarnya. Ia melihat seorang gadis sedang berdiri di depan cermin sambil menyisir rambutnya yang panjang terurai. Ketika gadis itu membalikkan badan dan memandangnya, darah pemuda itu langsung tersirap melihat kecantikannya. Selama bertahun-tahun mengembara ke berbagai negeri, baru kali ini ia melihat gadis secantik dia. “Hai, siapa kamu? Kenapa bisa berada di dalam kamarku?” tanya pemuda itu heran. Gadis itu bukannya menjawab pertanyaan si pemuda, tetapi ia malah mengajaknya agar menemaninya ke dapur. Tanpa berkata sedikitpun, pemuda itu menuruti pemintaan sang Gadis. Sesampainya di ruang dapur, gadis itu langsung mengambil beras untuk dimasak. Sambil menunggu nasi matang, gadis itu pun bercerita kepada si pemuda. “Maaf Tuan, jika kehadiran hamba di sini telah mengusik ketenangan Tuan. Sebenarnya hamba adalah penjelmaan dari ikan yang Tuan bawa dari sungai tadi. Sedangkan kepingan uang emas yang ada di wadah itu adalah penjelmaan sisik hamba,” kata gadis itu. Sang Pemuda seakan-akan tidak percaya dengan perkataan gadis itu. Tetapi apa yang dihadapinya itu adalah kenyataan, bukan hanya mimpi belaka. Belum sempat ia berkata apa-apa, si gadis kembali angkat bicara. “Jika Tuan berkenan, bolehkah hamba tinggal bersama Tuan di sini?” pinta gadis itu. “Dengan senang hati, Putri!” jawab pemuda itu. Akhirnya, gadis itu pun tinggal di rumahnya. Setelah beberapa minggu hidup bersama, pemuda itu melamarnya untuk dijadikan istri. “Baiklah, Tuan! Hamba menerima lamaran Tuan, tapi Tuan harus memenuhi satu permintaan hamba,” kata gadis itu. “Apakah permintaanmu itu, Putri?” tanya pemuda itu. “Tuan harus berjanji untuk tidak menceritakan asal usul hamba sebagai penjelmaan ikan kepada siapa pun,” pinta gadis itu. “Baiklah, saya terima permintaanmu. Saya bersumpah tidak akan pernah mengungkit asul-usul, Putri,” kata pemuda itu. Setelah pemuda itu mengucapkan sumpah, keduanya pun menikah. Setahun kemudian, mereka pun dikaruniai seorang anak laki-laki yang tampan. Mereka merawat dan membesarkan anak itu dengan perhatian dan kasih sayang. Namun karena kasih sayang yang berlebihan, anak itu menjadi anak yang manja dan pemalas. Ketika anak itu beranjak remaja, ibunya sering menyuruhnya mengantarkan makanan dan minuman untuk ayahnya yang sedang bekerja di ladang. Namun anak itu selalu menolak perintah ibunya, sehingga terpaksalah ibunya yang harus mengantar makanan itu. Pada suatu hari, sang Ibu sedang merasa tidak enak badan. Ia pun menyuruh anaknya agar mengantarkan bungkusan yang berisi nasi dan ikan panggang untuk ayahnya. Mulanya anak itu menolak, namun karena sang Ibu terus memaksanya, akhirnya dengan perasaan kesal anak itu mengantar makanan itu. Di tengah perjalanan, tiba-tiba anak itu merasa lapar. Ia pun berhenti dan membuka bungkusan itu. Dengan lahapnya, ia memakan sebagian nasi dan lauknya hingga yang tersisa hanya sedikit nasi dan daging ikan yang menempel di tulang. Setelah kenyang, ia pun membungkus kembali makanan itu dan melanjutkan perjalanan menuju ke ladang. Sesampainya di ladang, ia segera menyerahkan bungkusan itu kepada ayahnya. “Wah, kamu memang anak yang rajin, Anakku!` puji sang sambil tersenyum. Sang Ayah yang sudah kelaparan segera membuka bungkusan itu. Alangkah terkejutnya ia saat melihat isi bungkusan itu yang hanya sisa-sisa. Hatinya yang semula senang dan gembira, tiba-tiba berubah menjadi kesal dan marah. “Hai, kenapa isi bungkusan ini hanya sisa-sisa?” tanya sang Ayah dengan wajah memerah. “Maaf, Ayah! Di perjalanan tadi saya sangat lapar, jadi saya makan sebagian isi bungkusan itu,” jawab sang Anak. Mendengar jawaban itu, kemarahan sang Ayah pun semakin memuncak. Ia pun memukul anaknya sambil berkata, “Dasar anak tidak tahu diuntung! Kamu memang benar-benar anak keturuan ikan!” Sambil menahan rasa sakit dipukuli, anak itu bertanya kepada ayahnya, “Apa maksud Ayah? Kenapa mengatakan aku anak keturunan ikan?” “Asal kamu tahu saja, ibumu adalah penjelmaan seekor ikan,” jawab Ayahnya. Mendengar jawaban ayahnya, anak itu segera berlari pulang ke rumahnya sambil menangis. Sesampainya di rumah, ia pun langsung mengadu kepada ibunya. “Ibu..., Ibu...! Ayah memukulku dan mengatakan aku anak keturunan ikan,” kata anak itu. Sang Ibu sangat sedih mendengar pengaduan anaknya itu, karena suaminya telah melanggar sumpahnya dengan kata-kata cercaan yang mengungkit asal asulnya. Seketika itu pula ia menyuruh anaknya agar naik ke puncak bukit. “Anakku! Naiklah ke puncak bukit itu dan panjatlah pohon yang paling tinggi!” seru sang Ibu sambil meneteskan air mata. Tanpa banyak tanya lagi, anak itu pun segera berlari ke atas bukit yang tidak jauh dari rumah mereka. Ketika anak itu sampai di lereng bukit, sang Ibu pun segera berlari menuju ke sungai. Saat ia berada di tepi sungai, cuaca yang semula cerah, tiba-tiba berubah menjadi gelap gulita. Langit bergemuruh disusul petir menyambar-nyambar yang disertai dengan hujan yang sangat deras. Pada saat itulah, sang Ibu segera melompat ke dalam sungai dan tiba-tiba berubah menjadi seekor ikan besar. Tak berapa lama kemudian, sungai itu banjir dan airnya meluap ke mana-mana, sehingga tergenanglah lembah tempat sungai itu mengalir. Lama kelamaan, genangan air itu semakin meluas dan akhirnya berubah menjadi sebuah danau yang sangat besar. Oleh masyarakat setempat, danau itu dinamakan Danau Toba.
Sumber:• Isi cerita diadaptasi dari Z. Pangaduan Lubis. 2000. Cerita Rakyat dari Sumatra Utara 2. Jakarta: Grasindo.• Anonim. “Danau Toba,” (http://id.wikipedia.org/wiki/Danau_Toba, diakses tanggal 18 feb 2010).
• Tenas Effendy. 2006. Tunjuk Ajar Melayu. Yogyakarta: Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu bekerja sama dengan Penerbit AdiCita Karya Nusa.
MEDAN - Pemerintah akan menjadikan Sumatera Utara (Sumut) sebagai barometer pembangunan kelapa sawit nasional. Langkah ini upaya mewujudkan industri kelapa sawit terpadu bertaraf internasional atau North Sumatera Palm Oil Valley (NSPV).
Deputi Menteri Negara BUMN Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, Energi, dan Telekomunikasi Sahala Lumban Gaol menilai, Sumut layak menjadi patokan pembangunan kelapa sawit karena sejak 1911 sudah ada kebun kelapa sawit di daerah itu. Apalagi, sejumlah fasilitas dan perusahaan kelapa sawit sudah berkembang di provinsi ini, seperti Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP), Kantor Pemasaran Bersama (KPB), Sucofindo, dan PT London Sumatera (Lonsum).
Yang pasti, didukung letak geografis yang berada di Selat Malaka dan merupakan kawasan The Golden Triangle, serta tanah subur dan iklim yang sesuai, ujarnya di sela-sela Workshop Nasional NSPV di Medan kemarin.
Guna mendukung program ini, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II, PT PN III,dan PT PN IV akan melakukan kerja sama dengan Kementerian Negara BUMN, Pemprov Sumut, PPKS, dan para pemangku kepentingan lainnya. Menurut dia, Kementerian BUMN akan berupaya semaksimal mungkin agar program ini segera terwujud.
Selain itu, Kementerian BUMN juga akan berkoordinasi dengan kementerian lain, seperti Departemen Perindustrian dan Departemen Perdagangan. Pemerintah daerah juga harus serius terhadap rencana ini.Kerja sama dengan semua pihak baik swasta dan petani harus ada, ucapnya.
Sebagai langkah awal, PT PN II sudah menyiapkan lahan seluas 8.171 hektare (Ha). Rinciannya, kebun Bandar Klippa seluas 3.567 ha, Sampali-Saentis seluas 3.225 ha, kebun Helvetia 1.128 ha, dan Kuala Namu 250 ha. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut Irfan Mutyara mengatakan, rencana kawasan industri terpadu kelapa sawit ini merupakan program lama yang akhirnya terwujud.
Dengan demikian, dia optimistis industri kelapa sawit di daerah ini akan semakin berkembang. Kadin telah menyampaikan rencana ini berulang kali kepada pemerintah. Dengan adanya workshop ini diharapkan bisa segera terwujud, tentunya dengan adanya dukungan dari semua pihak, ucapnya. (jelia amelida)